YUI's Story : From Zero to Hero


Hello everyone . .

Karna gue bingung gimana nerusin entri sebelumnya, akhirnya gue mutusin buat ngehapus entri lama tentang Me and My Idol : YUI ~Part I~ dan menggantinya dengan entri ini. Sebenernya isinya sama aja sih, cuma mungkin sekarang mau gue bahas sampai selesai, yakni tentang perjalanan idola gue, YUI dari nol sampe menjadi seorang idola.

Prolog dikit, YUI adalah seorang penyanyi asal Jepang, tepatnya dari prefektur Fukuoka. YUI lahir pas tanggal 26 Maret 2012 . .eh salah, 26 Maret 1987. Ini foto YUI sekarang (2012), lo pada pasti mikir ini penyanyi ato model?


YUI ini memulai karirnya waktu masih remaja, sekitar 16 tahun lah. Waktu itu YUI boleh dibilang terpuruk gitu kehidupannya, dia ini kan cuma tinggal sama ibunya dan gapunya adik ato kakak . Soal ayahnya gue gatau sih, itu kan masalah privasi jadi gue gak mau terlalu banyak ngegali, hehe.

Pas YUI berumur 15 tahun, dia mesti kerja paruh waktu buat ngebiayain sekolahnya. Gue si yakin kalo ibunya bisa ngebiayain, cuma dear YUI pengen belajar mandiri. Wajar si ya, gue juga dulu ngerasa gak enak sama ortu karna apa-apa selalu dikasih dari ortu . Tapi sayangnya, karna kerja paruh waktu itu, YUI jadi cuma bisa tidur 1-2 jam sehari *glek (Kalo gue si tidur 1-2 jam sehari gara-gara main game *lol). Akibat pola hidupnya yang kurang baik itu akhirnya YUI jatuh sakit.

Waktu pun berlalu, dear YUI akhirnya sembuh. Tapi sejak itu dia galau *ciee , mungkin dia bingung apakah sebenernya dia ini bener-bener pengen sekolah atau gimana. Ternyata dear YUI yang punya hobi di bidang musik, sejak dulu YUI selalu berangan-angan menjadi pemusik. Tapi sayangnya sangat sulit untuk membagi waktu antara sekolah, kerja, sama bermusik. Dari kegalauan itu akhirnya dia memilih untuk mengambil dunia musik .Ya gue gak tau si gimana berkecamuknya pikiran dia waktu itu. Yang jelas, pasti berat banget buat milih hal-hal yang bisa nentuin masa depan lo.

Akhirnya YUI memutuskan buat keluar dari sekolahnya, kalo ga salah waktu dia masih kelas 2 SMA. Sejak saat itu dia berusaha buat mengembangkan diri dalam bidang musik. YUI yang waktu itu gak punya pengetahuan apa-apa, akhirnya sering bepergian keluar untuk mencari tau tentang dunia musik ini. Saat itu, dia merasa tertarik dengan band yang sering mengadakan street live (penampilan di jalanan) bernama Bianconero. Lalu dia bertanya "apa yang harus kulakukan agar aku bisa terjun di dunia musik", dan Bianconero pun dengan terkejut memberikan saran padanya agar mengikuti kursus musik di sekolah musik VOICE.

Di sekolah musik ini, YUI pertamakalinya belajar bagaimana cara memainkan gitar, mengatur melodi, dan menciptakan lagu. Setiap kali pulang dari lesnya, YUI selalu mengulang kembali apa yang dia dapatkan dari sekolah musiknya. Kabarnya sih, saking poor nya YUI waktu itu, sampai-sampai gitar buat belajarpun dibelikan sama gurunya, dan buat main gitar di luar sekolah, dia selalu minjem punya temennya. YUI seringkali berlatih saat malam hari, namun karna sering dimarahi oleh tetangganya, akhirnya dia pindah untuk berlatih di dekat sebuah pabrik di daerah rumahnya. Di sanapun YUI tetap dimarahi oleh pemilik pabrik, mungkin karna dianggap mengganggu (poor YUI T_T). Akhirnya diapun memutuskan untuk mengayuh sepedanya dan pergi ke Pantai Shingu, dan di dekat situ ada sebuah ladang atau mungkin semacam taman yang bisa dia gunakan untuk berlatih bermain gitar. 

Selain terus berlatih dalam bermusik, YUI pun sesekali ikut dalam live performance bersama dengan Bianconero. Penampilan pertamanya bersama Bianconero adalah di acara Early Believers. Di acara ini, YUI menjadi gitaris saat Bianconero menyanyikan lagu Good bye to you yang dipopulerkan oleh Michelle Branch, serta menyanyikan lagu pertamanya yaitu "Why me".


Bianconero (kiri) dan YUI (kanan) di acara Early Believers

Pada suatu hari, YUI mendapat kabar bahwa Sony Music Entertainment Japan hendak mengadakan SD Audition (sampe sekarang gue gatau apa SD nya tuh, haha yang pasti audisi buat penyanyi gitu). Lalu gurunya menyuruh YUI dan menyemangatinya buat ngkutin audisi itu. Audisi ini dimulai pertamakali dengan mengirimkan video tape ke pihak SD Audition, lalu dari sini diseleksi, dan seleksi final dilakukan di Tokyo. Akhirnya YUI terpilih menjadi 1 dari 10 kontestan yang masuk babak final, YUI berpikir bahwa ternyata hanya ada 10 kontestan yang ikutserta, padahal sebenarnya 10 kontestan ini adalah yang telah tersaring dari 20.000 kontestan, WOW . .!!

YUI berkata bahwa dia belum pernah ke Tokyo sebelumnya, dan saat itu adala pertamakalinya dia menggunakan transportasi udara. Seleksi final pun dimulai, YUI sudah merencanakan bahwa dia akan menyanyikan lagu 'Why me' serta lagu kedua yang dia ciptakan yaitu 'It's happy line' , saat itu kontestan memang hanya diperbolehkan menyanyikan 2 lagu. Saat tiba waktunya giliran YUI untuk tampil, dia bertanya kepada juri apakah dia boleh bernyanyi sambil duduk, karna menurutnya itu adalah posisi yang paling nyaman untuk bernyanyi dan bermain gitar, sama seperti yang sering dia lakukan di ladang dekat Pantai Shingu. Akhirnya dia bernyanyi sesuai dengan gayanya sendiri, dan saat It's happy line selesai, dia menyanyikan sedikit potongan dari lagu terbarunya yaitu 'I know'. Sadar bahwa dia telah melanggar ketentuan dengan menyanyikan lebih dari 2 lagu, akhirnya dia hanya bisa meminta maaf pada juri. 

Jengjreng . .!! Juri pun mengumumkan hasilnya, dan YUI menduduki peringkat no.1 dengan skor yang sangat tinggi . .!! tentu saja hal ini sangatlah membahagiakan bagi YUI. Setelah dia meninggalkan sekolahnya dan mengejar dunia musik, YUI sekarang sudah selangkah lebih maju untuk terjun di dunia musik. Setelah audisi itupun, YUI menandatangani kontrak untuk menjadi penyanyi di bawah label Sony Music Records dan gr8! Records. 

Sejak itu, YUI mulai merintis karirnya sebagai artis, dan memulai debutnya dengan merilis single feel my soul. Namun sebelum feel my soul dirilis, YUI sempat merilis single indie di bawah Leaflet Record yaitu single It's happy line. Single ini hanya dijual sebanyak 2000 kopi, dan peredarannya terbatas di Kyushu. Saking terbatasnya single ini, sekarang barang ini menjadi sangat mahal dan salah satu barang keramat bagi YUI Lover (sebutan untuk fans YUI). Satu buah single It's happy line bisa dibanderol hingga 200.000 Yen, alias sekitar Rp. 24.000.000 *mati.

Cover Single「It's happy line」

Setelah feel my soul dirilis sebagai debut singlenya YUI, maka perjalanan karir YUI terus berlanjut, hingga akhirnya YUI bisa menjadi seperti sekarang. YUI adalah salah satu"bintangnya" Sony Music Entertaiment Japan, bahkan salah satu media di Cina mengatakan bahwa YUI adalah artis paling bersinar dibanding siapapun di Jepang, bahkan YUI juga terkenal di berbagai belahan dunia. Musiknya yang sedehana, namun liriknya yang mendalam serta banyak diantaranya yang membangkitkan semangat, membuat lagu YUI mudah diterima oleh siapapun. Menurut gue sendiri, YUI adalah salah satu artis Jepang paling terkenal di Indonesia setelah Laruku, hehe.
That's all cerita yang bisa gue sampaikan mengenai perjalanan karir YUI, bener-bener from zero to hero. Dari seseorang yang rapuh, menjadi seseorang yang bisa mengobati orang lain yang rapuh dan membuatnya kembali bersemangat. 

Sumber gambar :

0 komentar:

Posting Komentar

 

Quote

Let's get it done . .実現の為にゆくのよ. . Let's face it
Let's get it done. .Moving on for the sake of realization. .
Let's face it ~YUI

LEO-House Indonesia

Tanya Mbah Gugel

Loading