Resensi Film : I Not Stupid Too

Halo guys ini resensi film pertama gue, kebetulan beberapa hari yang lalu gue baru aja nonton sebuah film yang menurut gue si bagus. Gue ga akan cerita banyak-banyak, namanya juga resensi, haha 

Judul : I Not Stupid Too (I Not Stupid 2)
Rilis : 2006 
Durasi : 124 Menit
Genre : Drama 
Rating : Remaja
Origin : Singapura 

Sebenarnya buat beberapa orang yang nyadar, judul film ini agak aneh “I Not Stupid” , tapi itu bukan jadi masalah mungkin emang disengaja biar catchy dan mudah diingat. walaupun umur film ini udah cukup tua, namun ceritanya gak kalah dengan film-film jaman sekarang. I Not Stupid Too adalah sekuel dari film pertamanya yaitu I Not Stupid.

Film ini bercerita tentang kisah perjuangan anak-anak remaja yang sedang tumbuh dewasa dalam mengarungi hidupnya dalam lingkungan yang seolah gak mendukung mereka. Pemeran utama di film ini adalah Tom Yeo (Shawn Lee), Jerry Yeo (Ashley Leong), dan Lim Chengcai (Joshua Ang). 

Tom Yeo dan Jerry Yeo adalah pasangan kakak-adik, well yeah nama mereka emang dibuat layaknya kucing dan tikus, meskipun dalam ceritanya gak demikian. Tom dan Jerry hidup disebuah keluarga yang kaya dan serba berkecukupan (cukup beli rumah mewah, beli mobil, hp canggih, dan kartu Pokemon). Namun meskipun hidup bergelimangan harta, kedua anak ini tidak mendapatkan kasih sayang yang layak akibat kesibukan yang melanda orang tuanya. Diceritakan bahwa Tom sedang menuntut ilmu di bangku SMA, sementara Jerry di bangku SD. 

Di sisi lain ada seorang anak bernama Lim Chengcai, sebaliknya dia hidup serba kekurangan. Dia hanya menghabiskan hidupnya bersama ayahnya, sementara ibunya telah tiada. Chengcai juga seorang pelajar, dia menuntut ilmu di sekolah yang sama dengan Tom. Meskipun ayah Chengcai tidak sesibuk orang tua Tom & Jerry, namun Chengcai merasa dia tidak mendapatkan kasih sayang yang layak karna ayahnya sering memarahinya dengan cara menyiksanya. 

Di kehidupan sekolah, Tom dan Chengcai berada dalam kelas yang sama dan mereka merupakan sahabat baik, status ekonomi tidak membuat Tom malu untuk bergauk dengan Chengcai. Di sekolahnya, Tom adalah seorang anak yang pandai dalam bidang IT, dia sering mendapat penghargaan dan menjuarai perlombaan nasional yang berhubungan dengan IT. Tapi hal luar biasa itu tidak membuat orang tuanya bangga, menurut mereka hal yag dilakukan Tom itu sia-sia karna tidak menghasilkan uang. Jerry meskipun tidak sepintar kakaknya, dia memiliki bakat di bidang seni peran, namun sekali lagi orang tuanya sama sekali tidak berbangga terhadap bakat anaknya itu. Sementara Chengcai, seorang anak yang biasa-biasa saja ternyata menaruh minat dalam seni bela diri, sayangnya ayahnya sama sekali tidak mengijinkan anaknya untuk meneruskan minatnya. 

Kehidupan di sekolah Tom dan Chengcai terasa suram manakala mereka harus belajar Bahasa Cina, karna guru mereka seringkali tidak menghargai usaha muridnya dalam belajar Bahasa Cina. Misalnya ketika ketika ada seorang murid yang biasanya malas mengerjakan PR, lalu tiba-tiba menjadi rajin, dia malah mencaci pekerjaan anak itu padahal dia telah berusaha.untuk mengerjakan PR-nya. Berbeda dengan kelas sebelah yang terlihat sangat kondusif karna guru mereka mengerti kunci dalam mendidik, yaitu mencoba untuk mengangkat sisi baik mereka dan membuang sisi buruknya. 

Secara umum film ini bercerita tentang hal-hal yang sering terjadi dalam kehidupan kita, ada konflik, kebingungan, kebahagiaan, dan kesedihan. Tapi selain menonjolkan pesan moral yang kuat, film ini juga seringkali menampilkan humor yang menurut gue cukup renyah, terutama karna pola pikir anak-anak kecil dalam film ini yang terlihat sangat polos. Ada keunikan juga dalam hal penggunaan bahasa, selain menggunakan bahasa utamanya yaitu Bahasa Cina (Mandarin), kadangkala ada yang menggunakan Singlish (Singaporean English). Well menurut gue Singlish itu terdengar asik, karna ada semacam pencampuran Bahasa Inggris dan bahasa random lainnya. Kadang malah gue denger ada kata yang diucapkan dalam Bahasa Indonesia dicampur Bahasa Inggris. 

Pesan moral yang ditonjolkan film ini adalah mengenai bagaimana semestinya kita menghargai orang lain. Contohnya si guru yang tidak menghargai usaha muridnya, justru dengan cacian seperti itu si murid malah akan merasa semakin kesal dan muncul pemikiran negatif lainnya. Beda cerita jika usaha yang telah dilakukannya itu, meskipun tidak sesuai harapan namun dihargai minimal dengan sebuah pujian. Selain itu juga film ini memaparkan kisah seorang anak yang hidupnya kacau akibat tidak mendapatkan perhatian yang layak dari orang tuanya. Sayangnya memang di film ini cukup banyak adegan kekerasannya, makanya gue ngasih ratingnya remaja, seandainya bisa dikemas lebih lembut mungkin film ini bisa ditonton oleh semua kalangan dengan tanpa menghilangkan pesan moral yang ditonjolkannya. ari segi penceritaan, meskipun bergenre drama tapi film yang satu ini kadang gak bisa ditebak arah ceritanya. Kadang kita menebak yang akan terjadi itu A, ternyata malah Z yang terjadi 

Berdasarkan penilaian gue, hmm film ini gue kasih skor 8,5 dari 10. Gue suka banget film ini, karna pesan moralnya bener-bener dapet, alur ceritanya unpredictable ditambah bumbu-bumbu humor yang asik. Meskipun pemeran utamanya anak kecil, tapi orang dewasa bahkan yang udah tua pun menurut gue pasti bakal enjoy nonton film ini. Well the conclusion is, film ini gue rekomendasikan buat kawan-kawan sekalian yang suka film bergenre drama yang bisa bikin ketawa, manggut-manggut, sekaligus mewek (tapi intensitas cerita yang bikin sedihnya gak selebay sin*tron loh ya). So then that’s all from me mohon maaf kalo resensinya masih acak-acakan, sampai jumpa di resensi film berikutnya  

PS : Gue belum nonton I Not Stupid yang pertama, tapi langsung yang kedua.

Trailer I Not Stupid Too

0 komentar:

Posting Komentar

 

Quote

Let's get it done . .実現の為にゆくのよ. . Let's face it
Let's get it done. .Moving on for the sake of realization. .
Let's face it ~YUI

LEO-House Indonesia

Tanya Mbah Gugel

Loading